Gambaran indeks sefalik berdasarkan klasifikasi maloklusi Angle pada etnik Deutro-Melayu
Keywords:
klasifiksi maloklusi Angle, cephalic index, etnik Deutro MelayuAbstract
Latar belakang: Indeks cephalic dan klasifikasi maloklusi adalah dua pemeriksaan penting yang digunakan untuk menentukan diagnosis dan menyusun rencana perawatan ortodonti. Tujuan: Untuk mengukur nilai indeks cephalic berdasarkan klasifikasi maloklusi Angle pada kelompok etnis Deutro Melayu. Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian adalah 115 mahasiswa etnis Deutro Melayu dari program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran angkatan 2016-2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan pemeriksaan maloklusi didasarkan pada klasifikasi Angle dan indeks cephalic didasarkan pada rasio antara lebar kepala dengan panjang kepala. Hasil: Jenis kepala yang ditemukan dalam klasifikasi maloklusi kelas I Angle adalah tipe brachycephalic 47 (40,87%), hyperbrachycephalic 38 (33,04%), dan mesocephalic 19 (16,52%). Sampel klasifikasi maloklusi Kelas II Angle adalah 1 (0,87%) brachycephalic, 1 (0,87%) hyperbrachycephalic, dan 1 (0,87%) mesocephalic. Klasifikasi maloklusi Kelas III Angle 2 (1,74%) brachycephalic, 4 (3,48%) hyperbrachycephalic, dan 2 (1,74%) mesocephalic. Simpulan: Berdasarkan penelitian pada kelompok etnis Deutro Melayu, hasilnya adalah tipe kepala yang paling umum ditemukan pada wanita adalah brachycephalic, sedangkan pada pria adalah mesocephalic. Tipe kepala dan klasifikasi maloklusi yang paling sering ditemukan adalah klasifikasi maloklusi Angle kelas I dengan tipe kepala brachycephalic.
References
Nada NA, Zenab NRY, Malik I. Differences of patients with Angle class I type 1 profile before and after treated with removable orthodontic appliance. Padjadjaran J Dent. 2017; 29(1): 8–12.
Jayanti TA, Puspitasari Y, Arifin N. The relationship between duration of fixed orthodontic treatment with periodontal status and treatment needs among students in the Faculty of Dentistry Universitas Muslim Indonesia Makassar in 2017. Dentino. 2018; 3(1): 85–90.
Laguhi VA, Anindita P, Gunawan PN. Gambaran maloklusi dengan menggunakan HMAR pada pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado. e-Gigi. 2014; 2(2): 1–7.
Mitchell L. Introduction to Orthodontics. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2013.
–6 p.
Proffit WR, Fields HW, Sarver DM. Contemporary Orthodontics. 5th ed. St. Louis: Mosby Elsevier; 2018. 3–5 p.
Zou J, Meng M, Law CS, Rao Y, Zhou X. Common dental diseases in children and malocclusion. Int J Oral Sci. 2018; 10(1): 7.
Kumaran S, Shrikanthan G. A Study on cephalic indices among students from tamilnadu of India. Int J Sci Res. 2019; 8(6): 32–34.
Obaje GS, Uzomba GC. The cephalofacial characterization in humans: The study using igbo tribe in Nigeria. Egypt J Med Hum Genet. 2018; 19(4): 399–402. doi: 10.1016/j.ejmhg.2018.02.001
Pandey N, Jha CB, Yadav G, Sah SK, Yadav P, Awasthi J. Study of cephalic index in Nepalese Medical Students. Int J Anat Res. 2016; 4(4.3): 3253–3256.
Ahmed S, Sharma G, Sharma MK. An anthropometric study of cephalic index in female students of Jhalawar region. Int J Appl Res. 2018; 4(5):215–217.
Fauzan GM, Manela C, Hidayat T. Artikel penelitian perbedaan rerata indeks cephalic dan indeks frontoparietal antara Suku Minangkabau dan Suku Jawa. 2019; 8(1): 96–102.
Primasari A, Angelia V, Agara D. Differences in head size and shape during the growth of Deutero Malay children. J Kedokt Gigi Univ Padjadjaran. 2019; 31(1): 53–59.
Ilayperuma I. Evaluation of cephalic indices : a clue for racial and sex diversity. Int J
Morphol. 2011; 29(1): 112–117.
Yagain V, Pai S, Kalthur S. Study of cephalic index in Indian students. 2012; 30(1): 125–129.
Woo EJ, Jung H, Tansatit T. Cranial index in a modern people of Thai ancestry. Anat Cell
Biol. 2018; 51(1): 25.
Shah S, Koirala S, Jha CB. Effect of ethnicity on head form anthropometry of 17-26 year old normal population in Eastern Nepal. Eur J Anat. 2014; 18(3): 135–139.
Irsa R, Hon D. Variasi Kefalometri pada Beberapa Suku di Sumatera Barat Cephalometry variation of ethnics in West Sumatra. J Biol Univ Andalas. 2013; 2(2): 130–137.
Mageet AO. Classification of skeletal and dental malocclusion: revisited. Stomatol Edu
J. 2017; 3(2): 205–211.
Akinbami BO. Measurement of cephalic indices in older children and adolescents of a Nigerian Population. BioMed Research International. 2014; 2014(1): 527473.
Esomonu U, Badamasi M. Cephalic Anthropometry of Ndi Igbo of Abia State of Nigeria. Asian J Sci Res. 2012; 1–7.
Romdhon AR. Identifikasi forensik rekonstruktif menggunakan indeks kefalometris. 2015; 4: 23–8.
Wijayanti P, Krisnawati, Ismah N. Gambaran maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodonti pada anak usia 9-11 tahun (Studi pendahuluan di SD At-Taufiq, Cempaka Putih, Jakarta). J Persat Dr Gigi Indones. 2014; 63(1): 25–29.
Shung WW, Primarti RS, Latif DS. Laporan penelitian Korelasi indeks sefalik dan gigi berjejal rahang atas pada anak umur 7-12 tahun J Kedokt Gigi Univ Padjadjaran. 2017; 0–5.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

